ADVERTORIALKutimPemerintah

Dua Tahun Beroperasi, Anjungan Dukcapil Mandiri Kutim Masuk Tahap Evaluasi Menyeluruh

×

Dua Tahun Beroperasi, Anjungan Dukcapil Mandiri Kutim Masuk Tahap Evaluasi Menyeluruh

Sebarkan artikel ini

NIUS.id – Dua tahun sejak diluncurkan, Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini memasuki fase penting: evaluasi total.

Langkah ini diambil untuk memastikan mesin layanan digital kependudukan tersebut tetap berfungsi maksimal dan terus memberi kemudahan bagi masyarakat.

Sejak pertama kali beroperasi, ADM menjadi tonggak baru dalam reformasi pelayanan publik di Kutim. Melalui mesin ini, warga dapat mencetak KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga Kartu Identitas Anak (KIA) secara mandiri, tanpa harus antre panjang di kantor Disdukcapil.
Cukup membawa data kependudukan dan melakukan verifikasi, dokumen pun bisa tercetak hanya dalam hitungan menit.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, mengatakan bahwa evaluasi dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan agar tetap prima dan berkelanjutan.

“Selama dua tahun pertama, ADM berfungsi baik dan sangat membantu warga dalam mencetak dokumen kependudukan. Sekarang kami ingin memastikan perangkat dan sistemnya tetap dalam kondisi terbaik,” jelas Jumeah, Jumat, (7/11/25).

Ia menuturkan, evaluasi yang sedang berlangsung mencakup pengecekan perangkat mesin, jaringan internet, printer, hingga pembaruan perangkat lunak (software) yang mendukung kinerja ADM. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar pemeliharaan teknis, melainkan bentuk tanggung jawab agar inovasi pelayanan tetap memberi manfaat nyata.

“Kami ingin memastikan setiap perangkat bisa kembali digunakan dengan baik. Evaluasi ini bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan keberlanjutan pelayanan publik tetap terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jumeah menekankan pentingnya dukungan pemerintah kecamatan dalam menjaga stabilitas operasional ADM. Pasalnya, ketersediaan jaringan internet dan pasokan listrik yang stabil menjadi faktor utama agar sistem digital berjalan optimal.

“Kalau jaringan dan listriknya stabil, ADM pasti bisa optimal. Kami terus berkoordinasi dengan kecamatan agar pelayanan digital ini tetap lancar,” tegasnya.

Sejak diresmikan, ADM telah melayani ribuan warga di berbagai wilayah Kutim, termasuk masyarakat di daerah pedalaman yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan administrasi kependudukan.

Kini, melalui tahap evaluasi menyeluruh, Disdukcapil Kutim berupaya memperkuat sistem agar layanan ADM semakin cepat, mudah, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Tujuan akhirnya sederhana — memastikan masyarakat bisa mendapatkan dokumen kependudukan dengan mudah, tanpa biaya, dan tanpa batasan jarak,” tutup Jumeah.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *