NIUS.id – Kasus kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan (bullying) dan pelecehan di sekolah, kembali menjadi perhatian serius di Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menegaskan bahwa persoalan ini harus ditangani dengan cepat karena berdampak langsung pada kualitas generasi muda. Menurutnya, kekerasan pada anak tidak hanya menimbulkan trauma psikologis dan gangguan sosial, tetapi juga dapat memengaruhi motivasi belajar dan menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Jika tidak ditangani secara serius, bonus demografi bisa berubah menjadi beban. Semua pihak harus bergerak bersama memperkuat pengawasan dan perlindungan anak,” ujarnya, Jumat, 5 Desember 2025.
Agusriansyah menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan. Ia menilai sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh dan belajar tanpa rasa takut.
“Anak-anak harus merasa aman di sekolah. Lingkungan yang tidak terlindungi akan merusak masa depan mereka,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk memperjelas peran masing-masing agar kasus kekerasan tidak terabaikan akibat saling lempar tanggung jawab. Penguatan sistem pelaporan dan pengawasan dinilai penting untuk memastikan setiap kasus ditangani secara tegas.
Agusriansyah berharap upaya mitigasi kekerasan di lembaga pendidikan dapat diperkuat, sehingga generasi muda Kaltim dapat berkembang dengan sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kasus kekerasan harus segera dicegah dan ditangani. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” pungkasnya. (*)


