NIUS.id – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi kesehatan pelajar, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat. Salah satu kunci untuk mencapai hal tersebut adalah memastikan petani dan pelaku usaha lokal turut terlibat dalam penyediaan bahan pangan program tersebut.
Ananda menyampaikan bahwa keberpihakan pada produsen lokal akan memperkuat ketahanan pasokan bahan makanan sekaligus menjaga perputaran ekonomi tetap berada di dalam daerah.
“Kontribusi petani lokal sangat penting untuk menjaga keberlanjutan MBG. Manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh pelajar, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya, Selasa, 2 Desember 2025.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa apabila kebutuhan pangan MBG dapat dipenuhi dari pertanian lokal, maka dampak ekonomi yang dihasilkan akan semakin besar karena nilai transaksi tidak keluar dari Kaltim.
Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan akses permodalan bagi petani masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi pemerintah.
“Kita ingin memastikan pasokan pangan MBG tersedia tanpa bergantung pada daerah lain. Ini tujuan yang harus dikawal bersama,” tegasnya.
Selain persoalan pasokan, Ananda juga menekankan pentingnya kontrol kualitas makanan. Ia menyebutkan bahwa makanan yang disajikan untuk peserta didik harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan agar tidak memicu risiko bagi pelajar.
“Pengawasan dari awal produksi sampai makanan dikonsumsi sangat penting. MBG berpotensi menjadi wadah yang mengintegrasikan kesehatan pelajar, mutu pendidikan, dan peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ananda mendorong sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar implementasi MBG berjalan optimal. Ia menekankan bahwa Dinas Kesehatan memiliki peran dalam penentuan standar gizi, Dinas Pendidikan mengawasi pelaksanaan di sekolah, sementara Dinas Pertanian bertugas menghubungkan MBG dengan upaya swasembada pangan daerah.
“Jika seluruh OPD bergerak secara kolaboratif, MBG bisa menjadi program strategis dengan dampak jangka panjang bagi Kaltim,” tutupnya. (*)


