NIUS.i – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari kalangan mustahik di Kota Bontang menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Bantuan ini diberikan dalam rangkaian program nasional bertajuk “Lebaran Yatim” yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (1/9/2025).
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya mustahik yang dinilai memiliki potensi usaha produktif. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan para penerima dapat mengembangkan usaha mereka, sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS yang konsisten memberdayakan masyarakat melalui program pemberian modal usaha. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian dana, tetapi juga merupakan bentuk investasi sosial untuk keberlanjutan ekonomi mustahik.
“Bantuan ini bukan sekadar pemberian modal, tetapi juga investasi sosial yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pelaku UMKM mustahik. Kita ingin mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing,” tegas Neni.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, serta berbagai pihak lainnya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan membawa dampak besar dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.
“Bantuan ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat baru bagi para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya, menjadi lebih mandiri, serta memperkuat perekonomian keluarga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Neni menjelaskan bahwa peningkatan daya saing UMKM lokal akan memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui dukungan permodalan, pendampingan, serta semangat gotong royong, UMKM Bontang diyakini mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga menembus pasar nasional.
“Dengan daya saing yang meningkat, UMKM kita akan mampu bersaing lebih luas, dan secara tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bontang secara keseluruhan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Bontang bersama BAZNAS menegaskan komitmen mereka bahwa pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bukan hanya wacana, tetapi bisa diwujudkan secara kolektif dan berkelanjutan.
Laporan Wartawan NIUS.id, Dahlia



