NIUS.id – Suasana sore di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai, RT 08 Kelurahan Loktuan, Kota Bontang, mendadak berubah mencekam, Sabtu (28/2/2026).
Abisar (11), bocah yang tengah berenang bersama teman-temannya, diterkam buaya muara berukuran sekitar 4,5 meter yang tiba-tiba muncul dari permukaan air.
Peristiwa nahas itu terjadi di area yang selama ini kerap dijadikan anak-anak bermain air saat pasang. Diduga, naiknya air laut membuat predator tersebut lebih mudah masuk ke kanal dan rawa yang terhubung langsung dengan permukiman warga.
“Korban saat itu berenang di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai. Diduga buaya masuk ke area pemukiman karena air laut sedang pasang,” ujar Bhabinkamtibmas Loktuan, AIPTU Bambang Sumantri.
Saksi mata menyebut, detik-detik serangan berlangsung begitu cepat. Seekor buaya berukuran jumbo tiba-tiba menyambar tubuh Abisar dan menyeretnya. Teriakan histeris warga memecah kepanikan di sekitar lokasi.
Dalam kondisi kritis, Abisar disebut sempat berjuang melepaskan diri dari gigitan predator ganas tersebut. Dengan luka serius di bagian leher dan kepala, serta cakaran di perut, ia akhirnya berhasil terlepas sebelum buaya itu menghilang kembali ke perairan keruh.
Warga yang mendengar jeritan korban langsung bergegas melakukan evakuasi. Abisar ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan segera dilarikan ke RS PKT untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Korban masih dalam perawatan medis,” pungkas Bambang.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya potensi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah pesisir Bontang, khususnya Kelurahan Loktuan yang berbatasan langsung dengan habitat alami buaya muara. Saat air pasang, hewan predator tersebut diduga lebih leluasa menyusup ke kanal dan rawa dekat permukiman.
Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama melarang anak-anak berenang atau bermain di perairan terbuka tanpa pengawasan. Aparat bersama pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah antisipatif guna mencegah kejadian serupa terulang.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



