NIUS.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berinovasi dalam peningkatan mutu pendidikan berbasis digital. Tahun ini, Disdikbud tengah mengupayakan terbentuknya Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) di dua kecamatan, yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan dengan memperkuat sarana, prasarana, dan pemanfaatan teknologi informasi di sekolah.
“Kami fokus di wilayah perkotaan, karena infrastruktur internet di Sangatta sudah lebih memadai. Belajar dengan sistem Google tentu sangat bergantung pada jaringan yang stabil,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Mulyono menjelaskan, untuk bisa menjadi sekolah rujukan Google, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, seluruh guru di sekolah tersebut wajib mengikuti Bimbingan Teknis Level 0 (L0) sebagai dasar penggunaan platform digital. Selanjutnya, minimal 30 persen dari guru yang telah lulus L0 harus memiliki sertifikat Level 1 (L1) dari Google.
Selain itu, baik guru maupun siswa diwajibkan memiliki akun Google Workspace for Education agar seluruh proses belajar mengajar dapat terintegrasi secara digital.
Syarat lainnya, sekolah harus memiliki setidaknya 60 unit Chromebook, yang dapat digunakan untuk dua kelas dalam penerapan pembelajaran digital.
“Sementara ini, kami mengusulkan sekitar 35 sekolah di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan untuk mengikuti program ini. Harapan kami, akhir tahun ini sudah ada sekolah yang resmi menjadi Sekolah Rujukan Google,” pungkas Mulyono.
Melalui langkah ini, Disdikbud Kutim berharap dunia pendidikan di daerah mampu beradaptasi dengan transformasi digital sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. (*)



