ADVERTORIALBontangPemerintah

Disdikbud Bontang Tambah CCTV di Sekolah, Cegah Pencurian dan Perundungan

Ilustrasi

NIUS.id – Untuk mengantisipasi maraknya kasus pencurian dan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang berencana memperkuat sistem keamanan melalui penambahan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah sekolah negeri.

Langkah tersebut juga menjadi bentuk upaya menjaga aset pendidikan, terutama setelah penyaluran 1.651 unit tablet pintar kepada pelajar kelas tiga SMP negeri dalam rangka HUT Kota Bontang ke-22, Rabu (15/10/2025).

Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa penyimpanan tablet di sekolah dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan perangkat oleh siswa. Ia menegaskan, penambahan CCTV diperlukan guna memastikan keamanan proses belajar mengajar berjalan kondusif.

“Kami juga berharap penyaluran CCTV bisa ditambah demi keamanan dan kenyamanan proses belajar,” ujarnya.

Pada Anggaran Perubahan 2025, Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan Rp 728 juta untuk pengadaan kamera pengawas di sekolah-sekolah negeri. Dari jumlah itu, Rp 560 juta diperuntukkan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan target pemasangan 30 unit CCTV, sementara Rp 168 juta dialokasikan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan target 9 unit.

Safa menjelaskan, keberadaan CCTV tidak hanya berfungsi mencegah tindakan pencurian, tetapi juga untuk mengawasi perilaku siswa dan mendeteksi potensi perundungan sejak dini.

“Selain menjaga aset, kita ingin mencegah potensi perundungan atau tindakan tidak terpuji lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penguatan sistem keamanan di sekolah merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bontang dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berintegritas. Program ini juga mendukung agenda transformasi digital di dunia pendidikan.

“Kami ingin seluruh pihak — mulai dari guru, siswa, hingga orang tua — merasa tenang. Harapan kami, ke depan seluruh sekolah bisa mendapatkan fasilitas CCTV secara merata,” pungkas Abdu Safa Muha.

Dengan pengawasan berbasis teknologi ini, Disdikbud Bontang optimistis dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan produktif bagi seluruh pelajar di Kota Bontang. (*)

Exit mobile version