NIUS.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengingatkan para orang tua agar lebih bijak dalam memperkenalkan teknologi kepada anak-anak, terutama di usia dini. Penggunaan gawai atau handphone tanpa pengawasan dapat berdampak negatif terhadap tumbuh kembang dan kesehatan mental anak.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Bontang, Yuti Nurhayati, mengatakan bahwa teknologi saat ini memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa pengendalian yang tepat, penggunaan gawai justru berpotensi menimbulkan kecanduan layar.
“Jangan sampai setiap kali anak menangis langsung diberi handphone. Ini berbahaya karena bisa membuat anak mudah tantrum dan kehilangan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungannya,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Yuti menegaskan bahwa orang tua perlu menetapkan aturan penggunaan gawai yang jelas, baik dari segi waktu maupun jenis konten yang diakses.
“Gunakan dengan pengawasan. Anak harus tahu kapan boleh dan tidak boleh menggunakan gawai,” tegasnya.
Melalui lembaga-lembaga PAUD, Disdikbud Bontang terus menggencarkan program edukasi parenting bagi orang tua agar memahami risiko penggunaan teknologi yang tidak terkendali. Edukasi ini juga mencakup cara mengenali tanda-tanda kecanduan digital serta pentingnya aktivitas bermain dan berinteraksi langsung bagi perkembangan anak.
“Banyak konten di media sosial yang tidak pantas untuk anak-anak. Di sinilah pentingnya pendampingan orang tua agar anak tidak terpapar hal negatif,” tambahnya.
Yuti berharap, kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat melahirkan generasi muda yang cerdas digital, berkarakter kuat, dan memiliki empati sosial tinggi.
“Teknologi harus menjadi alat bantu pembelajaran, bukan pengganti peran orang tua,” pungkasnya. (*)



