NIUS.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, Abdu Safa Muha, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan lahan yang digunakan SMP Negeri 5 Bontang. Ia berencana kembali membuka dialog dengan pihak PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNE) terkait status lahan pinjam pakai yang saat ini dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Abdu Safa mengatakan, langkah ini merupakan bentuk upaya pemerintah daerah dalam memastikan proses pendidikan di SMPN 5 tetap berjalan tanpa hambatan. “Kami ingin menjalin kembali komunikasi yang baik dengan PT KNE. Bahkan kami sudah memanggil kepala sekolah untuk bersama-sama membangun komunikasi ulang,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, permasalahan yang ada saat ini lebih disebabkan karena adanya jeda komunikasi antara Disdikbud dan pihak perusahaan. Padahal, hubungan antara Pemerintah Kota Bontang dan PT KNE selama ini terjalin cukup baik, khususnya dalam hal pemanfaatan lahan untuk kepentingan pendidikan.
“Sejak awal, komunikasi kami dengan PT KNE berjalan positif, terutama terkait pinjam pakai lahan. Namun, memang sempat terhenti beberapa waktu terakhir. Ini yang ingin kami pulihkan agar ada kejelasan dan keberlanjutan,” jelasnya.
Abdu Safa menambahkan, pihaknya akan berupaya membuka kembali ruang dialog secara kelembagaan maupun personal untuk mencari solusi terbaik. Ia juga menilai, persoalan ini bisa diselesaikan dengan semangat yang sama, yakni memberikan akses pendidikan terbaik bagi masyarakat Bontang.
“Mudah-mudahan pertemuan lanjutan nanti bisa membawa hasil positif. Kalau memungkinkan, kami berharap lahan tersebut bisa dihibahkan untuk kepentingan pendidikan. Namun tentu semua akan dilakukan dengan komunikasi yang efektif dan menghormati aturan internal perusahaan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Disdikbud Bontang berharap keberlanjutan kegiatan belajar mengajar di SMPN 5 dapat terjamin, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di Kota Bontang. (*)



