NIUS.id – Upaya memperkuat sistem manajemen keselamatan kerja terus dilakukan Pemerintah Kota Bontang. Salah satunya melalui edukasi pencegahan kebakaran yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) bagi karyawan Koperasi Konsumen Karyawan Pupuk Kaltim (KOPKAR PKT), Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, didampingi Kabid Fasilitasi dan Pencegahan, Ramli, bersama tim penyuluh.
Dalam arahannya, Amiluddin menegaskan pentingnya respons cepat di menit-menit awal saat kebakaran terjadi. Menurutnya, kecepatan penanganan sangat menentukan besar kecilnya dampak yang ditimbulkan.
“Respons cepat di awal kejadian sangat menentukan. Pemahaman penggunaan APAR harus dimiliki setiap karyawan, bukan hanya petugas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif KOPKAR PKT yang dinilai proaktif dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi penting bagi keberlangsungan perusahaan sekaligus perlindungan bagi karyawan.
Sebelum praktik lapangan, peserta terlebih dahulu mendapatkan materi teori dari instruktur Disdamkartan, meliputi pengenalan jenis kebakaran berdasarkan kelas api (A, B, C), teknik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dengan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep), hingga prosedur evakuasi darurat.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api di area terbuka. Peserta tampak antusias mempraktikkan langsung penggunaan APAR serta teknik sederhana menggunakan kain basah di bawah pengawasan tim penyuluh.
Kabid Fasilitasi dan Pencegahan, Ramli, menekankan bahwa pelatihan semacam ini perlu dilakukan secara berkala agar kesiapsiagaan tetap terjaga.
“Tidak cukup sekali. Harus rutin dilakukan agar kemampuan tetap terasah dan siap digunakan saat kondisi darurat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Disdamkartan berharap para peserta dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan awal kebakaran di lingkungan kerja, sehingga potensi kerugian dapat ditekan seminimal mungkin. (*/Zk)



