NIUS.id – Jajaran Polsek Bontang Barat menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir dengan turun langsung melakukan pemantauan (wastoring) sekaligus menyalurkan bantuan makanan siap saji.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Bontang Barat, Iptu Hadi Esmoyo, pada Sabtu (14/2/2026) mulai pukul 07.00 Wita hingga selesai.
Kegiatan monitoring banjir dan penyaluran bantuan ini difokuskan di dua kelurahan yang terdampak cukup parah akibat meningkatnya debit air dalam beberapa hari terakhir, yakni Kelurahan Gunung Telihan dan Kelurahan Kanaan, Kota Bontang.
Di Gunung Telihan, banjir merendam RT 19, RT 20, dan RT 21 dengan total 165 jiwa terdampak. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter. Sementara itu, di Kelurahan Kanaan, banjir merendam RT 7, RT 8, RT 9, dan RT 11 dengan jumlah sekitar 200 jiwa terdampak dan ketinggian air yang juga mencapai kurang lebih satu meter. Dalam kejadian ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Kapolsek Bontang Barat Iptu Hadi Esmoyo memimpin langsung kegiatan di lapangan didampingi Kanit Intel, para Bhabinkamtibmas, serta personel Pamabta.
Selain memantau ketinggian air, jajaran kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
“Kami terus melakukan monitoring dan mengimbau warga agar tetap siaga. Debit air masih tinggi dan diperkirakan sore hari sekitar pukul 17.00 Wita akan bertemu dengan air rob, sehingga dampak banjir kemungkinan berlangsung hingga malam hari,” ujar Kapolsek.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Polsek Bontang Barat juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan Gunung Telihan dan Kanaan serta menggandeng sejumlah perusahaan, seperti iMM, PAMA, dan PT Badak, untuk menyalurkan bantuan makanan.
Sebanyak 380 nasi bungkus dibagikan kepada warga, dengan rincian 180 kotak untuk warga Gunung Telihan dan 200 kotak untuk warga Kanaan. Bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat sebagai upaya meringankan beban warga di tengah situasi banjir.
Hingga saat ini, kondisi debit air masih terpantau tinggi. Aparat kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan siap mengambil langkah cepat apabila situasi kembali memburuk. (*)



