ADVERTORIALKutimPemerintahUTAMA

Camat Kaliorang Dorong Pemerataan Pembangunan, Infrastruktur Masih Jadi PR Serius

×

Camat Kaliorang Dorong Pemerataan Pembangunan, Infrastruktur Masih Jadi PR Serius

Sebarkan artikel ini

NIUS.id – Di tengah geliat pembangunan yang terus bergerak di berbagai wilayah Kutai Timur, Kecamatan Kaliorang masih berjuang dengan persoalan klasik: infrastruktur dasar yang belum memadai. Jalan rusak, jembatan yang lapuk, dan drainase tak berfungsi masih menjadi keluhan utama warga.

Camat Kaliorang, Rusmono, menuturkan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan nyata bagi warganya, terutama di wilayah pesisir. Saat musim hujan tiba, akses antar desa sering terputus.

“Banyak jalan rusak parah. Kalau hujan deras, air meluap dan kendaraan tidak bisa lewat. Mobilitas warga otomatis terganggu,” ujarnya, Rabu, (5/11/25).

Rusmono mengungkapkan, dampak dari kondisi itu tidak hanya dirasakan dalam aktivitas sehari-hari, tapi juga menyentuh sektor ekonomi. Distribusi barang menjadi lambat, dan harga bahan pokok ikut melonjak karena biaya transportasi meningkat.

“Jalan itu urat nadi ekonomi. Kalau infrastrukturnya baik, pelayanan publik lebih cepat dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tegasnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pihak kecamatan telah mengajukan sejumlah usulan prioritas pembangunan dalam Musrenbang Kabupaten Kutai Timur. Di antaranya perbaikan jalan poros dan jembatan gantung yang kondisinya kini dinilai cukup memprihatinkan.

“Kita sudah ajukan semuanya ke Musrenbang. Harapannya bisa segera ditindaklanjuti tahun depan,” tambahnya.

Selain jalan dan jembatan, sistem drainase juga menjadi perhatian utama. Rusmono menyebut banyak kawasan di Kaliorang yang tergenang air karena saluran tidak berfungsi dengan baik.

“Warga sering mengeluh rumahnya kebanjiran. Kami bersama masyarakat tetap gotong royong memperbaiki semampunya, tapi tentu kemampuan kami terbatas,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran dunia usaha dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaliorang seharusnya ikut berkontribusi lewat program CSR (Corporate Social Responsibility).

“Jalan yang rusak itu bukan hanya dilalui warga, tapi juga kendaraan perusahaan. Jadi, partisipasi mereka sangat diharapkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Rusmono menilai bahwa perbaikan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya pemerataan pembangunan agar Kaliorang tidak tertinggal dari kecamatan lain di Kutai Timur.

“Aspirasi warga kami sederhana saja. Mereka ingin jalan yang bisa dilalui tanpa khawatir tergelincir atau terjebak lumpur. Itu kebutuhan dasar,” katanya.

Sebagai penutup, Rusmono menegaskan harapannya agar Pemkab Kutim dapat menempatkan Kaliorang dalam daftar prioritas pembangunan tahun anggaran mendatang.

“Kalau infrastruktur sudah baik, masyarakat akan lebih produktif dan sejahtera. Pembangunan itu harus dirasakan sampai ke pelosok, bukan hanya di pusat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *