NIUS.id – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa aset Sungai Mahakam memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim. Namun, pemanfaatannya hingga kini dinilai belum optimal.
“PAD kita memang cukup tinggi dibandingkan provinsi lain, namun dari sisi pendapatan aset dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), ini masih belum maksimal. Kita harus mengoptimalkannya lagi,” jelas Ananda, Selasa (9/12/25).
Ia menekankan bahwa Sungai Mahakam sebagai jalur distribusi komoditas bernilai tinggi seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi Kaltim.
“Kita punya aset yang panjang dan lebar, yaitu alur Sungai Mahakam. Setiap hari komoditas yang melintas dapat mencapai nilai triliunan rupiah. Harusnya ada manfaat yang lebih besar yang bisa diperoleh Kaltim dari situ. Meskipun kewenangan utama ada di pusat, kita harus mampu memaksimalkan potensinya untuk kepentingan provinsi,” ujarnya.
Ananda mengungkapkan bahwa DPRD bersama sejumlah instansi terkait telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas langkah-langkah optimalisasi tersebut.
“Kami telah rapat dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, Badan Musyawarah Sungai (BMS), Dinas Perhubungan, serta Komisi II DPRD Kaltim. Kami meminta semua pihak yang berkepentingan dapat lebih memaksimalkan potensi alur Sungai Mahakam untuk meningkatkan PAD Kalimantan Timur,” kata Ananda.
Menurutnya, jika pendapatan daerah dapat dikelola secara lebih efektif, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Potensinya seharusnya sangat besar. Dengan pendapatan yang optimal, seharusnya pendidikan dan layanan kesehatan dapat lebih terjangkau, infrastruktur tidak lagi kekurangan. Kita memiliki aset luar biasa yang setiap hari dilalui ratusan kapal dengan komoditas bernilai tinggi. PAD Kaltim seharusnya bisa jauh lebih besar lagi,” tutupnya. (*)



