NIUS.id – Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (9/4/2026), berujung ricuh.
Massa aksi menyoroti ketimpangan kesejahteraan di tengah melimpahnya sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kalimantan Timur.
Mereka menilai, kekayaan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara merata.
Dalam orasinya, Ketua Umum PMII Samarinda, Taufikuddin, menyampaikan bahwa potensi besar daerah seharusnya bisa menjadi kekuatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Kaltim ini dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya alam. Tapi faktanya, masih banyak masyarakat yang belum merasakan kesejahteraan secara merata,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan yang berkeadilan belum benar-benar terwujud. Sejumlah persoalan masih terjadi di berbagai sektor, mulai dari ketimpangan pendidikan, infrastruktur jalan yang rusak, fasilitas kesehatan yang belum memadai, hingga kesejahteraan guru honorer yang dinilai masih jauh dari layak.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih serius memastikan pemerataan pembangunan, tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya dirasakan di kota-kota besar, tapi juga menyentuh masyarakat di daerah pelosok,” tegasnya.
Aksi yang semula berjalan tertib itu sempat memanas hingga berujung kericuhan. Namun, situasi akhirnya dapat dikendalikan oleh aparat yang berjaga di lokasi. (*)



