NIUS.id – Kemudahan akses penerbangan internasional melalui Bandara APT Pranoto dinilai berpotensi mendorong masyarakat Kalimantan Timur untuk berobat ke luar negeri. Menyikapi hal tersebut, DPRD Kaltim meminta pemerintah daerah memastikan peningkatan akses transportasi sejalan dengan pembenahan kualitas fasilitas kesehatan di daerah.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menegaskan bahwa rumah sakit di Kaltim harus melakukan pembenahan serius agar tidak terus ditinggalkan masyarakat yang memilih berobat ke luar daerah maupun luar negeri.
“Kita harus meningkatkan kualitas layanan rumah sakit di Kaltim. Persaingan ini seharusnya menjadi pemicu agar fasilitas kesehatan kita jauh lebih baik,” ujarnya, Selasa (16/12/25).
Menurut Husni, peningkatan kualitas layanan harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari modernisasi alat kesehatan, peningkatan kompetensi dokter dan tenaga medis spesialis, penyederhanaan sistem administrasi, hingga perbaikan aspek kebersihan dan kenyamanan rumah sakit.
Ia menilai, tanpa perbaikan yang signifikan, kemudahan akses penerbangan internasional justru akan mempercepat arus masyarakat mencari layanan kesehatan ke luar daerah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kebocoran ekonomi di sektor kesehatan.
“Jika masyarakat terus berobat ke luar, perputaran anggaran kesehatan juga ikut keluar dari Kaltim. Padahal, jika layanan kita kuat, ekonomi kesehatan bisa tetap berputar di daerah dan mendukung pendapatan daerah,” jelasnya.
Karena itu, DPRD Kaltim mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan peningkatan kualitas rumah sakit sebagai prioritas, seiring dengan pengembangan konektivitas transportasi udara.
“Ketika rumah sakit kita berkualitas, masyarakat akan lebih percaya diri berobat di daerah sendiri. Ini penting untuk kemandirian layanan kesehatan dan penguatan ekonomi Kaltim,” pungkas Husni. (*)



