NIUS.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memprioritaskan 13 titik permukiman yang belum memiliki akses listrik dan internet untuk mendapat dua layanan itu sekaligus pada tahun ini.
Diskominfo Kaltim menyelaraskan pembangunan jaringan internet dengan rencana pengembangan listrik PLN agar pembangunan infrastruktur berjalan efisien.
“Rencananya akan dibangun oleh PLN tahun ini. Nah, ini kita menyamakan untuk titik lokasinya saja, agar sisa daerah yang belum berinternet berada di titik yang sama dengan yang dibangun PLN,” ujar Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi.
Selain perluasan jaringan, Diskominfo juga mengejar penyelesaian Perjanjian Kerja Sama dengan 10 pemerintah kabupaten dan kota untuk mengintegrasikan aplikasi SAKTI dan SIKASJi dalam tata kelola pemerintahan digital.
Ririn menyebut pemenuhan data statistik sektoral juga masih menjadi pekerjaan yang belum tuntas.
“Keterisiannya masih belum 100 persen,” katanya.
Untuk kawasan 3T, Pemprov Kaltim berbagi tugas dengan BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital. Wilayah yang belum terjangkau keduanya saat ini masih mengandalkan Starlink dengan genset sebagai sumber listrik.
“Di lapangan, rata-rata wilayah tersebut masih memanfaatkan layanan Starlink dan bantuan genset,” pungkas Ririn. (*/Zk)



