NIUS.id – Bantuan 14 unit mesin kapal 18 PK untuk kelompok perikanan Pulo Battoa Bersatu di Bontang akhirnya tersalurkan. Program ini disebut sebagai hasil dari penyerapan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan di tingkat legislatif, khususnya oleh anggota DPRD Provinsi Kaltim dari Partai NasDem, Arfan.
Anggota DPRD Kota Bontang yang juga mewakili kelompok nelayan, Muhammad Sahib, memastikan bantuan tersebut memang berasal dari jalur aspirasi.
“Mesin-mesin ini memang murni dari aspirasi DPRD Kaltim, dari Partai NasDem, Pak Arfan,” ujarnya.
Namun di balik penyaluran itu, masih ada ganjalan. Sahib mengaku belum sepenuhnya puas, lantaran tidak semua kelompok nelayan bisa menerima bantuan. Masalahnya ada di administrasi dan proses verifikasi yang belum tuntas.
Menurutnya, hal seperti ini seharusnya bisa diantisipasi sejak awal, terutama dengan komunikasi yang lebih terbuka dari dinas terkait.
“Kalau memang ada kelompok yang belum memenuhi syarat, sebaiknya disampaikan dari awal. Jadi mereka punya waktu untuk melengkapi,” katanya.
Meski begitu, ia tetap mengapresiasi bantuan yang sudah diberikan dan menegaskan akan ikut mengawal agar pemanfaatannya tepat sasaran.
“Kalau ada yang menjual bantuan ini, silakan laporkan. Karena ini untuk masyarakat, bukan untuk disalahgunakan,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Arfan. Ia mengungkapkan, ada empat kelompok nelayan yang sebelumnya sudah masuk dalam perencanaan, namun bantuan untuk mereka justru tidak terealisasi.
Lebih jauh, ia menyebut anggaran sekitar Rp600 juta akhirnya hangus.
“Empat kelompok sudah kita anggarkan, tapi informasinya anggaran itu tidak terserap. Tiga kelompok tidak bisa melengkapi berkas, dan ini tidak dikomunikasikan dengan baik,” jelasnya.
Menurut Arfan, persoalan ini seharusnya tidak terjadi jika koordinasi antara dinas dan kelompok nelayan berjalan lebih intens.
Ia pun memastikan akan terus mendorong perbaikan sistem penyaluran bantuan ke depan agar lebih rapi dan tepat sasaran.
“Ini jadi evaluasi penting. Aspirasi masyarakat harus benar-benar sampai, jangan berhenti hanya karena komunikasi yang kurang,” pungkasnya. (*/Zk)



