BontangKALTIMNEWS

PPA Bontang Lakukan Pendampingan Korban, Tekankan Edukasi dan Pencegahan Kekerasan Seksual Anak

×

PPA Bontang Lakukan Pendampingan Korban, Tekankan Edukasi dan Pencegahan Kekerasan Seksual Anak

Sebarkan artikel ini
Kepala UPT PPA DP3AKB Bontang, Sukmawati.Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Upaya pemulihan dan perlindungan anak korban dugaan kekerasan seksual terus dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) DP3AKB Bontang dengan menggandeng lintas sektor.

Kepala UPT PPA DP3AKB Bontang, Sukmawati, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait untuk menindaklanjuti kasus tersebut, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami sudah rapat dengan lintas sektor terkait untuk menindaklanjuti ini, termasuk upaya meredam agar tidak terjadi pembullyan di masyarakat maupun di sekolah,” ujarnya saat ditemui, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan pentingnya peran edukasi di tingkat masyarakat, terutama melalui kelurahan, agar orang tua lebih memahami cara melindungi anak dari potensi kekerasan seksual.

Menurutnya, anak-anak juga perlu dibekali pendidikan seksual sesuai usia agar dapat mengenali tindakan yang tidak pantas dan segera melapor kepada orang dewasa terdekat jika mengalami hal tersebut.

Selain fokus pada korban, UPT PPA juga menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis semua pihak, termasuk korban dan keluarga terduga pelaku, agar tidak terjadi stigma di masyarakat.

“Kita tidak boleh memojokkan siapa pun, karena ini menyangkut korban yang harus dilindungi bersama. Jangan sampai muncul informasi yang salah dan menimbulkan stigma,” tambahnya.

Sukmawati menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar empat anak yang telah masuk dalam pendampingan dan pelaporan kepolisian. Namun, pihaknya masih membuka kemungkinan perkembangan data seiring proses hukum yang berjalan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan atau mengetahui kasus serupa, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami menghimbau masyarakat untuk segera melapor dan tidak takut. Jangan juga memojokkan korban, karena mereka harus kita lindungi bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, UPT PPA Bontang akan memberikan pendampingan intensif kepada korban, termasuk layanan psikologis secara berkala, asesmen mendalam, serta pendampingan dalam proses hukum yang ramah anak.

Pihaknya juga akan melakukan skrining untuk memastikan tidak ada kasus serupa yang belum terungkap, serta memperkuat edukasi pencegahan di lingkungan yang berisiko, seperti area gelap atau minim pengawasan.

“Pendampingan psikologis akan dilakukan secara intensif dengan psikolog, termasuk asesmen lanjutan untuk melihat kondisi anak secara menyeluruh,” tutupnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *