BontangNEWS

Harga Beras di Bontang Terlalu Mahal, Biaya Distribui Jadi Pemicu

×

Harga Beras di Bontang Terlalu Mahal, Biaya Distribui Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Foto: Monitoring di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang

NIUS.id – Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bontang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Faktor distribusi dan tingginya biaya transportasi menjadi penyebab utama belum stabilnya harga pangan di wilayah tersebut.

Hal itu terungkap saat Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah kelurahan di Kota Bontang, Kamis (5/2/2026).

Pemantauan dilakukan terhadap komoditas beras, daging sapi, daging ayam, bawang, cabai, hingga minyak goreng, baik di dalam Pasar Taman Rawa Indah maupun pada pedagang di luar area pasar.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Bapanas, Lenny, menyebutkan hasil sementara menunjukkan masih terdapat harga komoditas yang belum sesuai dengan ketentuan HET.

“Pengecekan belum selesai di semua wilayah. Namun dari hasil sementara, memang ditemukan beberapa harga yang belum sesuai ketentuan,” ujarnya.

Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah beras. Berdasarkan Peraturan Kepbadan Nomor 299 Tahun 2025, harga acuan beras di zona 3 termasuk Kota Bontang ditetapkan sebesar Rp15.800 per kilogram untuk beras premium dan Rp15.500 per kilogram untuk beras medium.

Namun di lapangan, harga beras premium masih berada di kisaran Rp16.400 hingga Rp16.800 per kilogram. Sementara beras medium dijual Rp15.400 per kilogram, bahkan di beberapa titik di luar pasar mencapai Rp16.000 per kilogram.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya harga pasokan yang diterima pedagang akibat biaya distribusi dan transportasi.

“Bontang bukan wilayah penghasil. Stok terbatas dan biaya angkut cukup tinggi, termasuk untuk komoditas cabai yang juga mengalami kenaikan harga,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan gudang Bulog di Kota Bontang nantinya diharapkan mampu memperkuat cadangan pangan dan menekan harga beras di pasaran.

“Jika gudang Bulog sudah rampung, harapannya dapat membantu menstabilkan harga beras,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *