NIUS.id – DPRD Kalimantan Timur menegaskan pentingnya transparansi dalam proses perbaikan fender Jembatan Mahakam I pasca insiden tabrakan kapal tongkang batu bara beberapa waktu lalu. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz.
“Kami dari DPRD Kaltim menekankan soal transparansi pengerjaan perbaikan fender Jembatan Mahakam I, agar publik juga mendapatkan informasi terkait itu,” ujarnya.
Giaz sebelumnya menyoroti minimnya komunikasi terbuka dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yang dinilai membuat masyarakat kehilangan kepercayaan. Menurutnya, tanpa adanya informasi resmi, publik berpotensi membangun persepsi negatif terhadap pemerintah maupun legislatif.
Sebagai lembaga representasi publik, DPRD seharusnya mendapatkan laporan lengkap terkait progres teknis, pihak pelaksana, serta target penyelesaian perbaikan.
Jembatan Mahakam I sendiri merupakan salah satu akses transportasi vital di Samarinda. Kerusakan pada fender akibat tertabrak tongkang batu bara tidak hanya berpengaruh pada struktur jembatan, tetapi juga berdampak langsung pada aspek keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.
Giaz menambahkan bahwa perusahaan yang bertanggung jawab telah menyatakan kesediaan membiayai seluruh proses perbaikan. Namun, tanpa adanya keterbukaan informasi, publik menjadi tidak mengetahui sejauh mana proses tersebut berjalan.
“Jika perusahaan sudah membayar dan proses sedang berjalan, mengapa publik tidak diberi tahu? Kenapa tidak diumumkan secara resmi?” tegasnya, Kamis (27/11/2025). (*)



