NIUS.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus mendorong budaya belajar di lingkungan keluarga melalui program “Menabuh Lonceng Jam Tujuh Malam” atau Wajib Belajar (Wajar) 19.00–21.00 WITA.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan gerakan ini bukan sekadar imbauan rutin, tetapi sebuah ajakan untuk membangun kembali tradisi belajar dan kebersamaan di rumah.
“Pukul tujuh malam bukan hanya waktu untuk diam, tapi waktu untuk pulang,” ujar Abdu Safa, menegaskan makna simbolik dari program tersebut, Sabtu, (1/11/25).
Ia menjelaskan, melalui program Wajar 19–21, seluruh keluarga di Kota Bontang diharapkan menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah selama dua jam setiap malam. Tidak hanya untuk mempelajari pelajaran sekolah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan kasih sayang antaranggota keluarga.
“Ini bukan hanya tentang buku pelajaran. Tapi juga tentang belajar menghargai waktu, kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan,” katanya.
Menurutnya, dua jam waktu belajar di malam hari merupakan langkah sederhana namun bermakna besar dalam menjaga dan menyiapkan generasi muda Bontang yang cerdas, sehat, dan berkarakter.
Program ini juga menjadi bagian dari penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAH), yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
“Melalui kebiasaan kecil yang dilakukan bersama keluarga, kita ingin menanamkan disiplin dan semangat belajar yang kuat sejak dini,” pungkasnya. (*)



