ADVERTORIALBontangPemerintah

Disdikbud Apresiasi SMPN 9 Bontang Terapkan Metode UMMI untuk Tingkatkan Literasi Al-Quran

×

Disdikbud Apresiasi SMPN 9 Bontang Terapkan Metode UMMI untuk Tingkatkan Literasi Al-Quran

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdul Safa Muha.

NIUS.id – Upaya SMP Negeri 9 Kota Bontang dalam memperkuat literasi Al-Quran melalui penerapan metode UMMI mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menilai langkah tersebut merupakan bentuk nyata penguatan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. SMPN 9 Bontang telah menghadirkan pembelajaran berbasis spiritual tanpa mengabaikan aspek akademik. Ini sejalan dengan arah pendidikan nasional yang berkarakter,” ungkapnya, Kamis (30/10/2025).

Metode UMMI sendiri adalah sistem pembelajaran Al-Quran yang berfokus pada tartil, tahsin, dan pemahaman makna ayat secara bertahap. Pendekatan ini dikembangkan dengan cara yang menarik dan interaktif, sehingga siswa lebih mudah memahami bacaan Al-Quran.

Safa Muha menambahkan, pihaknya berharap program ini semakin maksimal setelah pembangunan musala sekolah terealisasi.

“Kalau musalanya sudah ada, kegiatan UMMI bisa berlangsung lebih rutin dan kondusif. Semoga nanti menjadi pusat kegiatan spiritual yang makmur,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar metode serupa dapat diterapkan di sekolah lain di Kota Bontang. Menurutnya, jika seluruh satuan pendidikan memiliki sistem pembelajaran Al-Quran yang terstruktur seperti UMMI, maka generasi muda akan tumbuh dengan karakter dan moral yang kuat.

Sementara itu, Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indarwati, mengaku bersyukur program tersebut telah berjalan efektif dan mendapat respon positif dari para siswa.

“Anak-anak sekarang lebih termotivasi membaca dan memahami Al-Quran. Mereka belajar dengan suasana yang menyenangkan,” tuturnya.

Lilyn juga berharap, pembangunan musala sekolah segera terealisasi, agar kegiatan pembelajaran keagamaan dapat berjalan lebih maksimal dan berkesinambungan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *