NIUS.id – Suasana penuh semangat mewarnai halaman SMP Negeri 7 Bontang, Kamis (30/10/2025), saat sekolah ini menggelar Festival Bulan Bahasa. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Nusantara melalui berbagai penampilan seni dan permainan tradisional.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung menyaksikan kemeriahan acara. Ia tampak antusias saat mencoba permainan coklak, permainan papan tradisional dengan 14 lubang yang dimainkan oleh dua orang, bersama salah satu siswa.
Menurutnya, festival semacam ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk nyata pendidikan karakter dan cinta tanah air.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar memahami keberagaman dan menghargai budaya Indonesia. Bontang sendiri dibangun atas dasar perbedaan yang harmonis,” ujar Wali Kota Neni.
Dalam kesempatan itu, Neni juga mengingatkan pentingnya meneladani semangat para pemuda tahun 1928 yang telah menyatukan ratusan bahasa daerah menjadi satu bahasa persatuan: Bahasa Indonesia. Ia menilai, semangat tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitas di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, Plt Kepala SMPN 7 Bontang, Nor Hayati, menjelaskan bahwa tema festival kali ini adalah Budaya Nusantara. Setiap kelas menampilkan seni tari, pakaian adat, hingga kuliner khas daerah dari berbagai wilayah Indonesia.
“Pendanaan kegiatan ini berasal dari kas kelas dan dikelola kembali melalui penjualan makanan tradisional. Tujuannya agar siswa belajar mandiri sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” jelas Nor Hayati.
Ia berharap, kegiatan semacam ini dapat menjadi benteng moral bagi pelajar agar tidak mudah terpengaruh budaya luar.
“Anak-anak harus terus mencintai dan melestarikan budaya Indonesia,” pungkasnya. (*)



