NIUS.id – SD Negeri 004 Bontang Utara turut menunjukkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dalam Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya 2025, Sabtu malam, 25 Oktober 2025.
Sekolah ini menampilkan karya busana bertema ecoprint, hasil kolaborasi para guru dan pelajar yang memadukan unsur seni, edukasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Koordinator kegiatan sekaligus guru SDN 004 Bontang Utara, Ajeng, menjelaskan bahwa konsep ecoprint yang diusung merupakan bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
“Ide ecoprint ini lahir dari kegiatan belajar dan pelatihan yang kami ikuti. Kami ingin mengenalkan ke anak-anak cara membuat batik yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Ajeng menuturkan, semua busana yang ditampilkan dibuat sendiri oleh guru dan siswa menggunakan bahan alami seperti dedaunan, pepohonan, dan serat tumbuhan.
Dalam pembuatannya, mereka menerapkan dua teknik utama, yaitu teknik pukul (pounding) dan teknik rebus (steam).
“Kalau teknik pukul, daun ditempel di kain lalu dipukul-pukul hingga warnanya menempel. Sedangkan teknik steam dilakukan dengan merebus daun bersama kain dan pewarna alami untuk menghasilkan motif serta warna yang unik,” jelasnya.
Pembuatan kostum dilakukan bertahap. Dimulai dari membeli kain polos, menempelkan daun sebagai pola, hingga merebusnya dengan pewarna alami. Ajeng mengakui, prosesnya memerlukan waktu cukup panjang, namun menjadi pengalaman berharga bagi para siswa karena kegiatan tersebut terintegrasi dalam program kurikuler sekolah.
Ia menambahkan, kegiatan ecoprint ini juga merupakan hasil tindak lanjut dari pelatihan yang diterima guru pada September 2025, melalui program CSR salah satu perusahaan di Bontang.
“Setelah kami mendapat pelatihan, ilmunya kami teruskan ke siswa. Jadi karya yang tampil di BCC ini benar-benar hasil belajar bersama di sekolah,” terang Ajeng.
Melalui partisipasi ini, SDN 004 Bontang Utara tidak hanya menonjolkan kreativitas seni, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan inovasi berkelanjutan kepada para pelajar. (*)



