ADVERTORIALBontangPemerintah

SD Negeri 09 Bontang Selatan Tampilkan Kostum Daur Ulang di Bontang City Carnival 2025

×

SD Negeri 09 Bontang Selatan Tampilkan Kostum Daur Ulang di Bontang City Carnival 2025

Sebarkan artikel ini

NIUS.id – Semangat cinta lingkungan dan kreativitas pelajar kembali mewarnai Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang, Kalimantan Timur, Sabtu malam, 25 Oktober 2025.

Salah satu peserta yang menarik perhatian publik adalah SD Negeri 09 Bontang Selatan (Bonsel) dengan penampilan kostum daur ulang yang mengusung konsep Sekolah Bebas Sampah.

Konsep ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Bontang dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Kurikulum SDN 09 Bonsel, Dewi Ernawati, mengatakan bahwa partisipasi sekolahnya merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa.

“Semua terlibat, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua. Kami ingin menanamkan nilai kebersihan dan pentingnya mengelola sampah dengan bijak sejak dini,” ungkapnya.

Sebanyak 50 siswa dari kelas 3 hingga 6 ikut ambil bagian dalam pawai tersebut, membawa hasil karya dan kostum daur ulang yang dibuat bersama rekan-rekan dari seluruh jenjang kelas.
Kostum mereka dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti plastik bekas, kertas, kardus, dan botol minuman yang diubah menjadi busana berwarna cerah dan bernuansa edukatif.

Erna — sapaan akrabnya — menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan selama hampir dua bulan, dengan sesi pembuatan kostum dilaksanakan setiap hari Sabtu.

“Anak-anak sangat antusias. Prosesnya memang lama, tapi itu bagian dari pembelajaran. Mereka belajar bagaimana barang bekas bisa disulap menjadi karya seni yang indah dan bermanfaat,” ujarnya.

Tahun ini menjadi tahun kedua SDN 09 Bonsel ikut serta dalam Bontang City Carnival.
Erna berharap ke depan, kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah bagi siswa untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengasah kreativitas mereka.

“Harapan kami, anak-anak semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan. Dari hal kecil seperti ini, perubahan besar bisa dimulai,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *