NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperkuat peran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan menghadirkan program kelas parenting, yang menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Bontang, Yuti Nurhayati, menjelaskan bahwa parenting merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter anak. Melalui program ini, lembaga PAUD diharapkan dapat menjadi pusat edukasi keluarga yang tidak hanya fokus pada anak, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan pemahaman orang tua.
“Parenting jadi pondasi utama pembentukan karakter. Karena itu, kami perkuat lembaga PAUD agar mampu menjadi pusat edukasi keluarga,” ungkap Yuti, Selasa (21/10/2025).
Kelas parenting memiliki tujuan untuk membangun kepercayaan diri orang tua, menciptakan komunikasi yang efektif dalam keluarga, serta menghadirkan suasana rumah yang harmonis dan mendukung pembelajaran anak. Menurut Yuti, parenting bukan sekadar teori tentang cara mengasuh, melainkan sebuah proses mendidik secara menyeluruh—meliputi aspek fisik, emosional, sosial, dan intelektual anak.
Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi orang tua di era digital. Banyak keluarga yang tanpa sadar menggantikan peran interaksi langsung dengan memberikan gadget atau handphone kepada anak untuk menenangkan mereka.
“Orang tua sering tidak mau repot. Begitu anak rewel, langsung dikasih HP. Akibatnya, anak menjadi pasif dan kurang bersosialisasi,” jelasnya.
Melalui kegiatan parenting yang dilaksanakan di sekolah, guru PAUD diharapkan dapat berperan aktif mengingatkan para orang tua mengenai pentingnya pendampingan langsung dalam proses tumbuh kembang anak.
“Anak butuh bimbingan nyata, bukan hanya hiburan digital. Mereka memerlukan waktu dan perhatian dari orang tua,” tegasnya.
Disdikbud Bontang berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas lembaga PAUD agar tidak hanya menjadi tempat belajar bagi anak-anak, tetapi juga ruang pembelajaran keluarga. Dengan begitu, pendidikan karakter dapat dimulai dari rumah, membentuk generasi muda Bontang yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing sejak usia dini. (*)



