ADVERTORIALBontangPemerintah

Wali Kota Neni Moerniaeni: Penurunan Stunting Jadi Prioritas Utama Pemkot Bontang

×

Wali Kota Neni Moerniaeni: Penurunan Stunting Jadi Prioritas Utama Pemkot Bontang

Sebarkan artikel ini

NIUS.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengumumkan hasil pendataan terbaru mengenai prevalensi stunting di wilayah Kota Bontang. Dari total 1.219 anak yang tercatat mengalami stunting, Kelurahan Loktuan menjadi daerah dengan angka tertinggi, yakni mencapai 213 balita.

Data tersebut menempatkan Loktuan di posisi pertama, disusul Kelurahan Tanjung Laut Indah dengan 124 balita, serta Tanjung Laut dengan 113 balita stunting. Adapun kelurahan lain yang masuk dalam lima besar penyumbang angka stunting tertinggi adalah Berebas Tengah (92 anak) dan Bontang Lestari (86 anak).

Sementara itu, distribusi angka stunting lainnya antara lain tercatat di Berebas Pantai (82 anak), Guntung (65 anak), Bontang Kuala (45 anak), Gunung Telihan (99 anak), Api-Api (77 anak), Bontang Baru (71 anak), Gunung Elai (51 anak), Belimbing (50 anak), Satimpo (33 anak), dan Kanaan (18 anak).

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahtiar Mabe, menyoroti tingginya angka stunting di Loktuan yang secara geografis berada di pesisir dan menjadi penghasil ikan.

“Padahal Loktuan ini kan wilayah pesisir dan penghasil ikan, tapi justru angka stuntingnya tinggi. Ini yang akan menjadi perhatian khusus,” ungkap Bahtiar, Jumat, (22/8/25)

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa penurunan angka stunting merupakan salah satu prioritas utama Pemkot. Ia menyebut langkah awal yang dilakukan adalah verifikasi data anak stunting melalui kegiatan operasi timbang di seluruh kelurahan.
“Alhamdulillah, hasil dari operasi timbang menunjukkan adanya penurunan prevalensi stunting sebanyak 7 persen,” ujarnya.

Selain pendataan, Pemkot juga menjalankan program pemberian makanan tambahan baik bagi balita maupun ibu hamil. Dari laporan Dinkes, program ini sudah berjalan sebulan terakhir dan menunjukkan hasil positif, di mana 30 persen sasaran mengalami peningkatan kondisi.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Bontang juga menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) untuk menjadi mitra tenaga ahli dalam penanganan stunting.

“Harapannya, kerja sama ini akan memperkuat program yang ada dan menurunkan angka stunting secara signifikan, terutama di Loktuan yang menjadi perhatian utama,” tegas Neni.

Dengan komitmen lintas sektor ini, Pemkot Bontang optimistis target penurunan stunting dapat dicapai, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus di Kota Taman.

Laporan Wartawan Nius.id, Dahlia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *