KALTIMKRIMINALKutimNEWS

Pria 56 Tahun Ditemukan Meninggal di Kontrakan Sangatta

×

Pria 56 Tahun Ditemukan Meninggal di Kontrakan Sangatta

Sebarkan artikel ini
Pria 56 Tahun Ditemukan Meninggal di Kontrakan Sangatta
pria meninggal di Sangatta, warga Teluk Lingga, Kutai Timur, penemuan jenazah, Polres Kutim. Foto/Istimewa

NIUS.id – Seorang pria bernama Waluyo (56) ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Gang Rejeki III, RT 22, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kamis (22/10/2026).

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah membengkak dan mengalami pembusukan lanjut. Meski demikian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasat Reskrim Polres Kutai Timur, IPTU Raden Bagoes Prasetyo Raharjo, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi.

“Tidak ada bekas kekerasan di tubuh korban,” kata Raden Bagoes.

Ia menegaskan, penyebab kematian Waluyo belum dapat dipastikan. “Penyebabnya belum bisa kami pastikan,” ujarnya.

Korban ditemukan sekitar pukul 14.30 Wita setelah seorang warga yang melintas melihat pintu rumah kontrakannya terbuka. Warga tersebut kemudian mencium bau tidak sedap dari dalam rumah.

Saat memeriksa ke dalam, saksi mendapati korban sudah terbaring dalam kondisi tubuh membengkak. Saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Teluk Lingga.

Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Kudungga untuk menjalani pemeriksaan oleh dokter forensik.

Berdasarkan kondisi jenazah, dokter memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua hingga lima hari sebelum ditemukan. Dengan demikian, korban diduga telah meninggal selama beberapa hari sebelum akhirnya diketahui warga.

Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sejumlah obat di kamar korban. Berdasarkan keterangan keluarga, Waluyo diketahui kerap mengeluhkan nyeri di bagian dada sebelah kiri dan beberapa kali menjalani pengobatan di rumah sakit.

Meski demikian, informasi mengenai keluhan kesehatan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan penyebab kematian korban.

Pihak keluarga memilih tidak melakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan pemeriksaan tersebut.

Autopsi merupakan pemeriksaan terhadap bagian dalam tubuh jenazah oleh dokter forensik untuk membantu menentukan penyebab kematian. Karena keluarga menolak autopsi, penyebab kematian Waluyo belum dapat dipastikan melalui pemeriksaan tersebut. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *