KALTIMKESEHATANNEWSSamarinda

Kasus ISPA di Kaltim Tembus 322 Ribu

×

Kasus ISPA di Kaltim Tembus 322 Ribu

Sebarkan artikel ini
Kasus ISPA di Kaltim Tembus 322 Ribu
Ilustrasi

NIUS.id – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 322.067 kasus sejak Januari hingga 12 Oktober 2026.

Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat diminta mengurangi paparan asap untuk menekan risiko gangguan pernapasan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menyebut asap karhutla turut memengaruhi kesehatan pernapasan warga, meski peningkatan kasus yang terpantau sejauh ini dinilai belum signifikan.

“Ada peningkatan, tapi tidak signifikan,” kata Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Jumat (16/10/2026).

Menurut Ishak, paparan asap tetap berpengaruh terhadap gangguan pernapasan, termasuk ISPA dan pneumonia. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Data Dinkes Kaltim menunjukkan kasus ISPA tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Balikpapan mencatat jumlah tertinggi, yakni 90.925 kasus atau lebih dari seperempat total kasus yang tercatat di tingkat provinsi.

Namun, angka tersebut merupakan data kumulatif sejak awal tahun hingga 12 Oktober. Dengan demikian, seluruh kasus itu tidak dapat dikaitkan langsung dengan kabut asap yang muncul dalam beberapa hari terakhir.

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga paru-paru. Gejalanya dapat berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan pada kondisi tertentu sesak napas. Paparan polusi udara dan partikel halus dalam asap dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk kondisi sebagian orang.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinkes Kaltim berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna memperkuat sosialisasi dan edukasi kesehatan. Dinkes juga menyiapkan surat edaran kewaspadaan penyakit akibat asap yang ditujukan kepada fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, bantuan masker disiapkan dan data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dievaluasi untuk memantau kemungkinan peningkatan penyakit selama musim asap.

Ishak memastikan sarana, prasarana, dan persediaan obat di puskesmas telah disiapkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Insyaallah itu masih bisa kita tangani,” ujarnya.

Meski fasilitas kesehatan disiagakan, Ishak mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan asap karhutla. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara tidak sehat, serta mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak.

“Kalau lagi beraktivitas di luar, pakailah masker,” pesannya.

Imbauan juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Saputra. Ia menilai kualitas udara di sejumlah wilayah Kaltim memburuk dalam beberapa hari terakhir dan meminta masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan jika memungkinkan.

Andi Satya juga mendesak agar penanganan dan pemadaman karhutla dipercepat supaya dampak asap tidak berlangsung lebih lama. Ia meminta pihak-pihak yang membuka lahan dengan cara yang merugikan masyarakat menghentikan praktik tersebut.

Menurut Andi Satya, DPRD Kaltim sebelumnya juga telah mengimbau sekolah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah mengurangi paparan asap terhadap siswa.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diharapkan mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan resmi pemerintah, terutama untuk melindungi kelompok yang lebih rentan terhadap polusi udara. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *